Home

3 Mei 2016

Bahagia itu Sederhana, Sesederhana Pelukan Hangat Mama-Mama Ketika Melihat Kami Datang [Catatan Nusantara Sehat]

Nesya Ardella Simamora , Team Nusantara Sehat yang ditempatkan di Daerah Perbatasan Papua (dok.foto dari FB Nesya)
Fungsi blogger sebagai penggiat medsos coba saya terapkan, ketika bergabung dengan rombongan Kemenkes ke Batam. Setiap moment berusaha saya sebarkan, baik lewat tulisan atau gambar dipost via akun FB, twitter dan Instagram.  Baik ketika hendak berangkat dari Jakarta, saat berada di pesawat sebelum take off sampai mendarat di tujuan.

 
Terlebih ketika berada di tujuan utama, di Pulau Penawar Rindu, Belakang padang Batam, aktivitas medos berlangsung kerkesinambungan. Justru saat kami di tempat team NS, adalah inti dari kedatangan Team Kemenkes, Jurnalist dan Blogger ke Batam.
Setelah post berulang via medsos, sampai di Jakarta segera menuangkan kisah di Blog. Kembali artikel dishare di medsos lagi, dibumbui pengantar yang menarik minat calon pembaca. Satu artikel berjudul "Anak Muda Keren itu Adalah Team.Nusantara Sehat", melejit enam ratus lebih pembaca meski baru sekitar tiga hari tayang.
Sungguh efeknya luar biasa, beberapa dimention dan diretweet oleh team Nusantara Sehat di daerah lain. Akun twitter "Otongsipetualang" membalas kicauan saya, berharap dikunjungi di Puskesmas Enggano. Ketika saya check daftar add friend, beberapa nama baru muncul setelah melihat mutual friend segera diapprove.
Pertemanan melalui dunia maya, membuka jalinan komunikasi terutama tentang Nusantara Sehat (NS). Baik team NS yang sudah kami kunjungi di Batam, atau teman-teman baru NS di daerah lain. Kami berinteraksi dan berbagi kisah, melalui email, chatting dan WA.
00o00
Adalah Nesya Ardella Simamora, gadis berhijab kelahiran Binjai 23 tahun lalu. Cukup aktif di medsos, mengabarkan banyak hal sekaligus kegiatan team NS di daerah perbatasan Indonesia dengan Papua New Guinea. Lokasi ini termasuk kategori sangat terpencil, Distrik Kombut Kab. Boven Digoel, Papua berbatasan dengan negara tetangga.
Saya mencoba chatt via inbox berbalas tanggapan baik, untuk membagi kisah sebagai bagian dari team Nusantara Sehat.
(Begini Kisahnya - *sinetronmodeon- hehehe)
Pendamping  dari Kementrian, provinsi dan Kabupaten, baru saja beranjak meninggalkan kami Team NS di tempat ini. suasana yang tadinya semarak, berubah tenang namun saya seperti di ambang hampa. Saya terus berusaha memantapkan hati dan meyakinkan diri, bahwa di sini sepenuh jiwa saya harus berada. Menjadi tekad menemani saudara  sebangsa yang membutuhkan, mengesampingkan kesenangan diri sendiri.
Rumah di Distrik Kombut Kab.Boven Digoel, Papua (dok foto FB Nesya)
Kamilah Team Nusantara Sehat di perbatasan dengan negara Papua New Guinea
Untung saya tidak sendiri, kami berlima tergabung dalam Team Nusantara Sehat di daerah ini. Kesepian  menjadi tak sepenuhnya terasa, karena kami bisa menguatkan satu sama lain. Menjalani hari kedepan yang masih panjang, namun tertanam rasa optimis dalam nubari ini.  Sungguh semua sudah terprediksi sebelumnya, namun kenyataan ternyata ada jauh di luar bayangan. Melihat keadaaan yang terjadi, mendadak bola mata ini basah karena tanah ini adalah negaraku Indonesia. Semangat Patriotisme sontak menggelora, mendadak memenuhi rongga dada.
Untuk mencapai tempat pemandian, saya harus turun ke bawah masuk ke hutan. Bentuknya bukan sungai dengan air jernih yang mengalir dan segar, tetapi seperti kubangan air berwarna merah kecoklatan. Sekelilingnya tumbuh pepohonan rimbun, bisa jadi air yang saya saksikan adalah tadah hujan atau mungkin berasal dari akar pepohonan.
Karena tinggal di daerah dekat dengan hutan, tentu signal handphone menjadi masalah serius. Pun nyamuk yang saya temui lain dari yang lain baik bentuk maupun rupa, seolah berubah besar seperti monster. Bahkan kalau menggigit juga sakitnya melebihi nyamuk biasa, meninggalkan bengkak merah lama lama berubah hitam.
Malam semakin sempurna gulitannya, mengingat listrik belum ada. Hanya nyanyian Jangkrik penghibur lara, melewati waktu demi waktu sampai fajar tiba.
Saatnya Bertugas
Wajah-wajah ramah namun asing, melihat kami dengan penuh tanda tanya besar. Saya berpikir sebagai satu kewajaran, apalagi kami team NS adalah pendatang baru.
Dengan menarik dua ujung bibir maksimal, senyum ini dominan mengembang sepanjang hari. Saya menghampiri satu persatu warga, sembari menyebutkan nama. Memperkenalkan diri dengan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Warga senang diajak berfoto bersama, lokasi di depan Puskesmas Kombut (dok foto, FB Nesya)
Kemudian mengadakan kunjungan rumah, menjalin keakraban sekaligus mempelajari kebiasaan masyarakat. Agar kami bisa menyesuaikan diri dengan pola pikir, diterima oleh masyarakat setempat. Karena keseimbangan dan pemahaman yang baik dengan warga, menjadi point utama yang harus kami miliki. Sebagai bekal paling urgent team NS, sebelum melanjutkan misi.
Namun ada kendala, aksen berbahasa yang khas membuat saya agak kesulitan. Meski saya sudah berusaha keras memasukkan ucapan mereka dalam memori otak, tetap saja tak semulus ketika hendak melafalkan (hehehe). Kemudian garis wajah mereka, menurut saya mirip satu dengan yang lain dan sulit diprediksi usia lewat raut muka.
"Selamat Sore Bapaaaaak...." sapa saya ramah saat awal penempatan
"Selamat Sore Mama!!"balasnya ketus terdengar nada jengkel dan wajah tak bersahabat.
Niat baik saya  sore itu ternyata berbuah pahit, saya masih belum paham apa yang sedang terjadi. Barulah ketika sampai di barak, mendapati informasi yang saya sapa siang tadi ternyata seorang pemuda. Pantas saja dia ngomel gak jelas, tawa sayapun meledak setelah menyadari kekeliruan itu.
Keesokkan hari kembali bersua, saya meminta maaf dan mengganti dengan panggilan kakak. Wajah cerah pemuda ini muncul, melenyapkan rasa bersalah yang saya tanggung mulai kemarin.
---0---
Kegiatan pada bulan pertama dan prioritas, adalah melakukan Home Visit dilanjutkan pendataan status kesehatan masyarakat. Salah satunya sweeping Malaria, karena penyakit Malaria sangat meledak di kampung ini.
Namun infrastruktur terbilang kurang memadai, jalanan sulit dilewati terlebih saat hujan turun. Perlu tenaga ekstra untuk mengarungi jalanan, lumpur tebal serasa menyatu di kaki menyebabkan terpleset. Maka tak mengherankan, kalau tak ada kaki team NS yang luput dari bekas luka akibat jatuh.
Malam itu saya terjebak hujan di jalan, saat menuju balik ke barak Puskesmas. Karena sudah tanggung di tengah perjalanan, maka kami lawan deras hujan terlebih hari mulai gelap. Hati ini mulai dilanda cemas dan gelisah, badan semakin kuyup dengan logistik di tangan yang juga basah.
Motor puskesmas yang kami pakai terkenal rentan mogok, bahkan lampu sorot depan tidak berfungsi. Roda motor seperti punya mata ganda, harus menjejak di tanah yang tepat agar tak terpleset. Karena gelap semakin menjadi, saya berinisiatif merogoh Handphone di dalam tas.
"Alhamdulillah" ucap saya lirih namun bergembira.
Masih ada power bateri HP dua garis, artinya senter HP bisa dimanfaatkan untuk memandu kami berjalan.
"Blugg" motor yang kami naiki akhirnya tumbang, karena terperosok lubang di atas jembatan. Logistik terlepas dari tangan dan berhamburan, saya segara memunguti barang agar tak terbawa arus air sungai.
(Pembaca bayangkan saja ; Adegan Cinderella disuruh ngepel lantai, kemudian ember ditendang saudara tiri lalu cinderella membersihkan tumpahan air. *DanAkuCinderellaItuh* - hahahaa)
Finally, tubuh lelah ini sampai juga di barak bersamaan baterei handphone yang sudah habis. "indahnya perjuangan" bisik saya sembari merebahkan tubuh. #CinderellapunLelah.
--o--
Pagi datang penanda hari baru, saya kembali menjalani tugas seperti biasa. Setelah semalam melewati petualangan seru, entahlah semangat ini rasanya seperti mangganda. Apalagi sebelum menjadi Team NS, basic saya adalah volunteer di beberapa komunitas kemanusiaan. Jadi darah dan semangat ini tak gampang rapuh, apalagi sekedar menghadapi ketidakenakan- ketidakenakkan.
Dari Sekeping Biscuit kami berbagi bahagia dengan anak papua (dok foto, FB Nesya)

Puskesmas Keliling, sedang mengobati mamah-mamah Papua (dok foto. FB Nesya)
Nusantara sehat bagi saya Best Opportunity ever, wadah tepat untuk meyediakan diri bagi perbaikan bangsa sesuai modal ilmu yang saya punya yaitu Ahli Teknologi Laboratorium Medis.
Jadwal hari ini adalah Pusling atau Puskesmas Keliling ke suatu kampung, perut ini rupanya susah diajak kompromi (alias mules).
"Mama, bisa saya di bawa ke toilet " pinta saya dengan wajah melas dan menahan rasa tak enak
"Mari ikut saya" Ibu yang saya minta tolong langsung bangkit membimbing perjalanan.
Saya mengikuti dari belakang, sang ibu menuju jalan ke arah hutan. Saya kaget bercampur gamang, ketika langkah ibu merapat ke semak-semak pepohonan.
"Silakan kesitu" ibu menunjuk satu tempat buang hajat.
Saya masih tak percaya tapi ini nyata, untuk menyenangkan hati ibu itu tetap saya menuruti. Meskipun sesungguhnya, hasrat ke toilet sudah lenyap ketika diperjalanan tadi.
(Memang adapatasi itu pedih, hahaha)
Bahagia Itu sederhana
Sesederhana pelukan hangat mama-mama, ketika melihat kami datang untuk memberikan pelayanan di kampung.
Hati ini berguncang hebat, ketika kami menemukan jiwa bersahaja diliputi ketulusan itu. Kerap ketika hendak kembali ke barak, sekarung durian dipersiapkan untuk kami bawa pulang. Kami terima dengan senang hati dan penuh suka cita, terlebih melihat pancaran wajah ikhlas itu.
Tapi masalah baru muncul, kami kesulitan membawa beban yang tidak ringan ini. Alhasil setelah berjalan menjauh dari kampung, kami makan durian di pinggir hutan.
"Nesya makannya jangan banyak-banyak" celetuk satu teman  team NS"biar tak ke toilet semak-semak lagi" tawa kami meledak lagi
Setelah mengenal masyarakat setempat,  ternyata prilaku mereka sopan dan ramah sudah menjadi tradisi. Sikap mereka inilah yang membuat kami nyaman, terlebih saat rindu keluarga sedang memuncak. Keberadaan mama-mama dan bapa-bapa, bisa menggantikan orang tua kami di rumah. Budaya mengadopsi anak berlangsung, sehingga kekerabatan mereka kuat dan menjadi keluarga besar.
Anaka-anak Papua yang dengan tulus saya sayangi karena Alloh SWT (dok foto, FB Nesya)

Kelak bangsa ini ada di tangan mereka, semoga kalian tuumbuh sehat dan cerdas ya sayang (dok foto, FB Nesya) #AbaikanDurianKiriBawah 
Anak-anak  generasi harapan bangsa semakin akrab, sering kami ajak bermain games, berjoged dan bernyanyi bersama.  Hal ini sesungguhnya sebagai cara menghilangkan stress, sekaligus mengalihkan rasa jemu dan bosan.
Tekad itu Membulat                                                                                    
Meski secara usia saya terbilang belia, saya merasa prihatin melihat anak seumuran banyak sekali tuntutan tanpa pemahaman. Yaitu menekan pemerintah memberi solusi, tapi enggan berkontribusi nyata dalam pemecahan masalah bangsa ini.
Kini setelah saya melihat Indonesia lebih dekat melalui daerah perbatasan, ingin rasanya berbuat lebih banyak untuk negeri ini. Pemerintah tidak bisa mengatasi sendiri masalah, di sinilah peran anak muda bisa dijalankan.
Ketertinggalan pada beberapa daerah di Indonesia bukan harus ditutupi, tapi harus diselesaikan bersama.  Saatnya anak muda berperan serta, sebagai bagian dari elemen bangsa. Keberadaan Team Nusantara Sehat di Papua dan daerah lain, tentu diiringi harapan bisa diikuti pemuda Indonesia lainnya.

Maka kalau suatu saat nanti sudah purna tugas, saya ingin tetap berkolaborasi dengan pemuda lain di negeri tercinta. Membentuk sinergisitas dengan gerakan, yang memiliki misi untuk perbaikan bangsa. Saya ingin juga mengikuti pertukaran pemuda antar bangsa, agar bisa mengadopsi ide dan gagasan untuk azas kemanusiaan. (salam)

12 komentar:

  1. semoga tim nusantara sehat terus mampu memberikan kebaikan dan kesehatan buat semua masyarakat Indonesia yang membutuhkan

    BalasHapus
  2. Semangat terus ya buat TIM Nusantara Sehat

    BalasHapus
  3. Hi neisya. I know what people don't know.thanks ya sharing nya kemarin.i hope whats your aim's will be achieved.god bless you.kompi A pleton c semangat spesial banget buat kamu

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank's for comment
      good luck Jimmy

      Hapus
    2. Thanks for dr.jimmy cou
      Hopefully we can face all that we find well .. spirit guys !! Our togetherness will optimize our mission ^_^

      Hapus
  4. Terimakasih terutama untuk kk agung han yang sudah sangat baik mau share cerita kita tim NS di Boven Digoel Papua ^_^

    Terimaksih juga buat teman2 dan kakak2 yg udah kasih support .. mohon doa selalu untuk kita dsni.. semoga kita bisa berbuat untuk saudar2 kita di pinggiran.. :)
    salam sehat dan semangat untuk kita semua ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam sehat dan semangat Nesya dan team NS di perbatasan INA dan PNG
      sukses selalu amin

      Hapus
  5. Thanks for dr.jimmy cou
    Hopefully we can face all that we find well .. spirit guys !! Our togetherness will optimize our mission ^_^

    BalasHapus
  6. Wah, jadi semangat untuk perjalanan ini. Semoga dilancarkan.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA